Rabu, 18 April 2012

Fiqih Pacaran

Ibnu Qayyim Al-Juziyah (atau Al-Jauziyyah) sungguh menakjubkan. Inilah yang kami rasakan ketika membaca buku terjemahan kitab beliau, Raudhatul Muhibbiin, yang berjudul Taman Orang-orang Jatuh Cinta, terj. Bahrun AI Zubaidi, Lc (Bandung: Irsyad Baitus Salam, 2006).
Bagaimana tidak menakjubkan? Di buku setebal 930 halaman tersebut, orang yang jatuh cinta ditawari “rahmat dan syafaat” (hlm. 715 dst.). Selain itu, beliau mengarahkan pembaca untuk “menyeimbangkan dorongan hawa nafsu dan potensi akal” (hlm. 29 dst.). Hal-hal semacam ini jarang kami temui di buku-buku percintaan yang pernah kami baca.
Memang, sebagaimana ulama-ulama besar lainnya, beliau pun menekankan “cinta kepada Allah” dan “cinta karena Allah” (hlm. 550). Namun, beliau ternyata juga membicarakan fenomena “pacaran islami”, suatu topik sensitif yang sering dihindari banyak ulama. Beliau mengungkapkannya (bersama-sama dengan persoalan lain yang relevan) di sub-bab “Berbagai hadits, atsar, dan riwayat yang menceritakan keutamaan memelihara kesucian diri” dan “Cinta yang suci tetap menjadi kebanggaan” (hlm. 607-665).
Di situ, kami jumpai istilah “pacaran” muncul tujuh kali, yaitu di halaman 617, 621 (lima kali), dan 658. Adapun istilah-istilah lain yang menunjukkan keberadaan aktivitas tersebut adalah “bercinta” (hlm. 650), “gayung bersambut” (hlm. 613), “saling mengutarakan rasa cinta” (hlm. 620-621), “mengapeli” (hlm. 642-643), “berdekatan” (hlm. 617), dan sebagainya.
Sekurang-kurangnya, kami jumpai ada sembilan contoh praktek pacaran islami yang diceritakan oleh Ibnu Qayyim di situ. Dari contoh-contoh itu, dan dari keterangan beliau di buku tersebut, kami berusaha mengenali ciri khas “pacaran islami” ala Raudhatul Muhibbiin. Ini dia tujuh diantaranya:
  1. mengutamakan akhirat
  2. mencintai karena Allah
  3. membutuhkan pengawasan Allah dan orang lain
  4. menyimak kata-kata yang makruf
  5. tidak menyentuh sang pacar
  6. menjaga pandangan
  7. seperti berpuasa
1) MENGUTAMAKAN AKHIRAT
Pada dua contoh, pelaku “pacaran islami” ditawari kenikmatan duniawi (zina), tetapi menolaknya dengan alasan ayat QS Az-Zukhruf [43]: 67, “Teman-teman akrab pada hari [kiamat] itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (hlm. 616 dan 655) Maksudnya, mereka yang islam itu lebih memilih kenikmatan ukhrawi daripada kenikmatan duniawi (ketika dua macam kenikmatan ini bertentangan).
Adapun pada bab terakhir, Ibnu Qayyim (dengan berlandaskan QS Al-Insaan [76]: 12) menyatakan, “Barang siapa yang mempersempit dirinya [di dunia] dengan menentang kemauan hawa nafsu, niscaya Allah akan meluaskan kuburnya dan memberinya keleluasaan di hari kemudian.” (hlm. 918)
2) MENCINTAI KARENA ALLAH
Pada suatu contoh, diungkapkan syair: “Sesunggguhnya aku merasa malu kepada kekasihku bila melakukan hal yang mencurigakan; dan jika diajak untuk hal yang baik, aku pun berbuat yang baik.” (hlm. 656)
Syair tersebut menggambarkan bahwa percintaannya “menghantarkannya untuk dapat meraih ridha-Nya” (hlm. 550). Menghindari hal yang mencurigakan dan menerima ajakan berbuat baik itu diridhai Dia, bukan?
Lantas, apa hubungannya dengan “cinta karena Allah”? Perhatikan:
Yang dimaksud dengan cinta karena Allah ialah hal-hal yang termasuk ke dalam pengertian kesempurnaan cinta kepada-Nya dan berbagai tuntutannya, bukan keharusannya. Karena sesungguhnya cinta kepada Sang Kekasih menuntut yang bersangkutan untuk mencintai pula apa yang disukai oleh Kekasihnya dan juga mencintai segala sesuatu yang dapat membantunya untuk dapat mencintai-Nya serta menghantarkannya untuk dapat meraih ridha-Nya dan berdekatan dengan-Nya. (hlm. 550)
3) MEMBUTUHKAN PENGAWASAN ALLAH DAN ORANG LAIN
Pada suatu contoh, pelaku “pacaran islami” bersyair: “Aku punya Pengawas yang tidak boleh kukhianati; dan engkau pun punya Pengawas pula” (hlm. 628).
Pada satu contoh lainnya, Muhammad bin Sirin mengabarkan bahwa “dahulu mereka, saat melakukan pacaran, tidak pernah melakukan hal-hal yang mencurigakan. Seorang lelaki yang mencintai wanita suatu kaum, datang dengan terus-terang kepada mereka dan hanya berbicara dengan mereka tanpa ada suatu kemungkaran pun yang dilakukannya di kalangan mereka” (hlm. 621).
4) MENYIMAK KATA-KATA YANG MAKRUF
Pada suatu contoh, ‘Utsman Al-Hizami mengabarkan, “Keduanya saling bertanya dan wanita itu meminta kepada Nushaib untuk menceritakan pengalamannya dalam bentuk bait-bait syair, maka Nushaib mengabulkan permintaannya, lalu mendendangkan bait-bait syair untuknya.” (hlm. 620)
Pada enam contoh, para pelaku pacaran islami “saling mengutarakan rasa cintanya masing-masing melalui bait-bait syair yang indah dan menarik” (hlm. 620-621).
Pada suatu contoh, pelaku pacaran islami mengabarkan, “Demi Tuhan yang telah mencabut nyawanya, dia sama sekali tidak pernah mengucapkan kata-kata yang mesum hingga kematian memisahkan antara aku dan dia.” (hlm. 628)
5) TIDAK MENYENTUH SANG PACAR
Pada suatu contoh, pelaku pacaran islami menganggap jabat tangan “sebagai perbuatan yang tabu” (hlm. 628).
Pada dua contoh, pelaku pacaran islami tidak pernah menyentuhkan tangannya ke tubuh pacarnya. (hlm. 634)
Pada satu contoh lainnya, pelaku pacaran islami “berdekatan tetapi tanpa bersentuhan” (hlm. 621).
Sementara itu, Ibnu Qayyim mengecam gaya pacaran jahili di zaman beliau. Mengutip kata-kata Hisyam bin Hassan, “yang terjadi pada masa sekarang, mereka masih belum puas dalam berpacaran, kecuali dengan melakukan hubungan sebadan alias bersetubuh” (hlm. 621).
6) MENJAGA PANDANGAN
Di antara contoh-contoh itu, terdapat satu kasus (hlm. 617) yang menunjukkan bahwa si pelaku pacaran islami “dapat melihat” kekasihnya. Akan tetapi, Ibnu Qayyim telah mengatakan “bahwa pandangan yang dianjurkan oleh Allah SWT sebagai pandangan yang diberi pahala kepada pelakunya adalah pandangan yang sesuai dengan perintah-Nya, yaitu pandangan yang bertujuan untuk mengenal Tuhannya dan mencintai-Nya, bukan pandangan ala setan” (hlm. 241).
7) SEPERTI BERPUASA
Ibnu Qayyim menyimpulkan:
Demikianlah kisah-kisah yang menggambarkan kesucian mereka dalam bercinta. Motivasi yang mendorong mereka untuk memelihara kesuciannya paling utama ialah mengagungkan Yang Mahaperkasa, kemudian berhasrat untuk dapat menikahi bidadari nan cantik di negeri yang kekal (surga). Karena sesungguhnya barang siapa yang melampiaskan kesenangannya di negeri ini untuk hal-hal yang diharamkan, maka Allah tidak akan memberinya kenikmatan bidadari nan cantik di negeri sana…. (hlm. 650)
Oleh karena itu, hendaklah seorang hamba bersikap waspada dalam memilih salah satu di antara dua kenikmatan [seksual] itu bagi dirinya dan tiada jalan lain baginya kecuali harus merasa puas dengan salah satunya, karena sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan bagi orang yang menghabiskan semua kesenangan dan kenikmatan dirinya dalam kehidupan dunia ini, seperti orang yang berpuasa dan menahan diri darinya buat nanti pada hari berbukanya saat meninggalkan dunia ini manakala dia bersua dengan Allah SWT. (hlm. 650-651)

http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/taman-cinta/

Kenampakan Alam Di Wilayah Indonesia

Wilayah Indonesia secara garis besar terdiri dari wilayah daratan dan wilayah perairan.

I.       Wilayah Daratan
Merupakan bagian permukaan bumi yang tidak digenangi air dan berbentuk padat.  Terdiri dari :

1. Dataran Rendah
·         Merupakan dataran yang memiliki ketinggian 0 – 500 m dpl.
·         Biasanya dimanfaatkan untuk pertanian tanah sawah, permukimam dan perindustrian.

2. Dataran Tinggi
·         Merupakan dataran yang memiliki ketinggian lebih dari 600 m dpl.
·         Contoh :  Dieng (Jawa Tengah), Ijen (Jawa Timur), Bandung (Jawa Barat) dan Gayo (Aceh)

3. Pantai
·         Merupakan perbatasan wilayah daratan dan perariran laut.
·         Terdiri dari pantai curam dan pantai landai.
·         Pantai curam adalah pesisir atau tepi laut yang terjal.  Contoh :  pantai di selatan pulau Jawa, pantai Pacitan (Jawa Timur)
·         Pantai landai adalah pesisir atau tepi laut yang daratannya menurun sedikit demi sedikit ke arah laut.  Contoh :  pantai di utara pulau Jawa, pantai Ancol.

4. Pengunungan
·         Merupakan rangkaian gunung yang sambung menyambung satu sama lain dan memiliki ketinggian lebih dari 600 m dpl.
·         Contoh : 
a.    pegunungan Jayawijaya di Papua  (5.030 m dpl)
b.    pegunungan Bukit Barisan di Sumatra Barat
c.    pegunungan Serayu, pegunungan Tengger, pegunungan Dieng di pulau Jawa
d.    pegunungan Kapuas, pegunungan Iban di perbatasan Malaysia dan Kalimantan
e.    pegunungan Schwaner dan pegunungan Muller di propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah
f.    pegunungan Beludawa di Sulawesi Utara dan Gorontalo
g.    pegunungan Utilemba di Gorontalo
h.    pegunungan Verbeek di perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan
i.     pegunungan Mekongga di Sulawesi Tenggara
j.     pegunungan Quarles di Sulawesi Selatan

5. Gunung
·         Merupakan bukit yang sangat besar dan tinggi dengan ketinggian biasanya 600 m dpl
·         Terdiri dari gunung berapi atau gunung aktif dan gunung tidak berapi atau gunung tidak aktif.
·         Gunung berapi adalah gunung yang di dalamnya terdapat lahar panas.  Contoh :  Peutsago di Aceh (2.081 m), gunung Geureudong di Aceh (2.240 m), gunung Burnitelong di Aceh (2.617 M), gunung Anak Krakatau di selat Sunda (913 m), gunung Malabar di Jawa Barat (2.221 m), gunung Liangpran di Kalimantan Timur (2.240 m), gunung Gandadiwata di Sulawesi Selatan (3.017 m), gunung Merapi di Jawa Tengah (2.912 m).
·         Gunung tertinggi di pulau Sumatra adalah gunung Kerinci (3.085 m)
·         Gunung tertinggi di puau Jawa adalah gunung Semeru (3.677 m)
·         Gunung tertinggi di pulau Kalimantan adalah gunung Raya (2.272 m)
·         Gunung tertinggi di pulau Sulawesi adalah gunung Rantekompola tau Rantemario (3.440 m)

6. Lembah (Ngarai)
·         Merupakan tanah yang lebih rendah dari sekitarnya yang berada di tepi kiri dan kanan sungai serta kaki gunung.
·         Lembah terbentuk karena pengikisan oleh air atau dapat juga terjadi karena peretakan pada permukaan bumi.
·         Lembah biasanya merupakan daerah yang subur
·         Contoh :  lembah Anai dan Ngarai Sianok di Sumatra Barat, yang lembah Baliem di Papua

7. Tanjung (Semenanjung)
·         Merupakan daratan yang menjorok ke laut.
·         Tanjung yang besar dan memanjang disebut jazirah.
·         Tanjung di Indonesia sering digunakan sebagai taman nasional contohnya :  tanjung Putting di Kalimantan Tengah, dan semenanjung Ujung Kulon di Banten

II.     Wilayah Perairan 
Merupakan bagian dari bentang alam di permukaan bumi yang menempati wilayah yang luas dan digenangi air.  Terdiri dari :

1. Sungai
·         Merupakan aliran air yang besar di wilayah daratan,
·         Bagian hulu sungai merupakan tempat mata air.  Biasanya terdiri atas anak-anak sungai.
·         Tempat pertemuan air laut dan aliran  sungai disebut muara sungai.
·         Sungai terpanjang di Indonesia adalah sungai Kapuas Besar di Kalimantan Barat (1.010 km)
·         Sungai terpanjang di Papua adalah sungai Memberamo (670 km)
·         Sungai terpanjang di pulau Sumatra adalah sungai Batanghari (673 km)
·         Di Kalimantan Selatan sungai juga digunakan sebagai tempat jual beli yang disebut pasar apung terdapat di pertemuai sungai Martapura dengan sungai Barito di Banjarmasin.

2. Danau
·         Merupakan genagan air yang sant luas dan dikelilingi oleh daratan.
·         Danau terdiri atas danau alam dan danau buatan
·         Danau alam adalah danau yang terjadi secara alamiah.  Contoh danau Toba di Sumatra Utara.
·         Danau buatan (waduk) adalah danau yang dibuat oleh manusia.  Contoh : waduk Jatiluhur di Jawa Barat.
·         Danau terluas di Indonesia adalah danau Toba (1.773 km2).  Di tengah danau Toba terdapat pulau Samosir.
·         Danau terluas di pulau Sulawesi adalah danau Towuti (572 km2).  Di tengah danau Towuti terdapat pulau Luha

3. Rawa
·         Merupakan tanah yang rendah umumnya terletak di daerah pantai yang digenangi air.
·         Di rawa banyak tumbuh tumbuhan air yang mirip rumput.
·         Rawa bisa berupa bentangan luas atau sempit
·         Rawa ada yang berair tawar atau berair payau.
·         Kedalaman rawa yang berair tawar tergantung pada musim.
·         Kedalaman rawa yang berair payau tergantung dari pasang naik dan pasang surut.
·         Contoh :
a.    Rawa di bagian timur pulau Sumatara membentang dari propinsi NAD, Sumatra Utara, Riau, Jambi, hingga Sumatra Selatan.
b.    Rawa di pantai selatan Kalimantan Barat.
c.    Rawa di sekitar danau Tempe (Sulawesi Selatan).
d.    Rawa di daerah pantai hingga ke pedalaman Merauke.

4. Selat
·         Merupakan laut yang sempit yang menghubungkan 2 pulau atau lebih yang berdekatan.
·         Contoh :
a.    Selat Malaka (antara pulau Sumatra dan Malaysia)
b.    Selat Sunda (antara pulau Jawa dan pulau Sumatra)
c.    Selat Makasar (antara pulau Kalimantan dan pulau Sulawesi)
d.    Selat Bali (antara pulau Jawa dan pulau Bali)

5. Teluk
·         Merupakan bagian laut yang menjorok ke daratan.
·         Teluk berbentuk laut yang pantainya melengkung hampir mengitari perairan laut
·         Perairan di teluk tenang sehingga sering dibangun pelabuhan.
·         Contoh :  teluk Lampung, teluk Jakarta, teluk Balikpapan, teluk Bone, teluk Tolo, teluk Tomini (di pulau Sulawesi), teluk Cendrawasih, teluk Berau (di Papua).

6. Samudra
·         Merupakan laut yang sangat luas.
·         Samudra menghubungkan benua-benua.
·         Samudra digunakan untuk jalur lalu lintas kapal laut besar.
·         Contoh :  Samudra Hindia (di sebelah barat Indonesia) dan Samudra Pasifik (di sebelah timur Indonesia)
7. Laut
·        Merupakan kumpulan air asin yang menggenangi sebagian besar permukaan bumi dan memisahkan daratan menjadi beberapa pulau besar, pulau kecil, serta benua.
·        Permukaan air laut selalu bergelombang, berubah, dan bergerak.
·        Contoh :  laut Banda (laut terdalam di Indonesia), laut Arafura (di kepulauan Aru), laut Jawa (di pulau Jawa).

Menjaga dan Meningkatkan Harga Diri Wanita Islam Muslimah


Harga diri dalam kehidupan islam. Sesungguhnya, pada dasarnya Allah menciptakan manusia itu adalah sebagai mahluk yang paling berharga dan mulia di permukaan bumi ini diantara mahkluk lain. Namun tidak sedikit, manusia sendirilah yang merusak kehormatan dan harga dirinya, dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang amoral dan tidak terpuji, yang tidak sesuai dengan norma-norma agama. Karena itu, kemuliaan yang terdapat dalam diri manusia ini haruslah selalu dijaga dari pada hal-hal yang dapat merusaknya, baik yang berupa sikap dan perbuatan yang dilakukan oleh diri sendiri, maupun yang dilakukan oleh orang lain terhadap pribadinya.


Kiat Menjaga harga diri sebagai seorang wanita islam atau muslimah agar bahagia.

Bahkan, Islam memberikan tuntunan, kalaupun harus dengan mengeluarkan harta demi menjaga kehormatan atau harga diri, hal itu boleh untuk dilakukan.

  ذُبُّوا عَنْ اَعْرَاضِِكُمْ بِأَمْوَالِكُمْ

“Peliharalah untuk menjaga diri kamu dengan harta kamu” (HR. Ad-Dailami)

Berikut ini artikel dari hasil googling.

Pertama, tingkatkan hubungan erat dengan Allah swt dan senantiasa berdoa agar diberikan kekuatan dan bimbingan oleh Allah.
Kedua, berusaha tingkatkan pemahaman tentang agama islam dan kaji lebih jauh, khususnya fiqh wanita.
Ketiga, ciptakan lingkungan dan suasana yang selalu menegakkan prinsip-prinsip 'amar ma'ruf nahi mungkar.
Keempat, rajin-rajin meminta nasihat dan doa kepada orang-orang yang terjamin keshalihannya.
Kelima, jangan putus dalam beramal shalih.
Keenam, jangan pernah putus harapan terhadap rahmat Allah swt.
Insya Allah, harga diri kita selalu terjaga dan dijaga Allah.
Sumber dari Ummi online dan referensi lainnya. Semoga memberikan manfaat dan tambahan ilmu dalam mencari kebahagiaan dari Allah.