Kamis, 06 Desember 2012
GALUH
Pertenunan Batik Cap GALUH didirikan pada tahun 1976 di Br. Tegehe, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali oleh Bapak Pande Ketut Krisna. Pada awal berdirinya, pembuatan tenun Batik Cap Galuh hanya dikerjakan oleh Bapak Pande Ketut Krisna bersama saudara-saudaranya saja. Pada tahun 1986 Pertenunan Batik Cap GALUH memperoleh ijin usaha dari Departemen Perdagangan dengan no. SIUP. 118/22-04/PM/VI/86 serta terdaftar sebagai wajib pajak dengan NPWP: 4.139.244.0-58.
Pada awal pelaksanaan kegiatan produksinya, Pertenunan Batik Cap GALUH memiliki hanya 5 buah Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Adanya keinginan untuk maju di dalam mengembangkan usaha pertenunannya telah menjadi tekad bagi Bapak Pande Ketut Krisna sehingga perusahaan pertenunan yang dikelolanya dapat berkembang dengan pesat seperti yang dapat kita lihat pada saat ini. Dan pertenunan batik Cap GALUH kini telah mempunyai 32 buah ATBM. Mutu dan desain dari produk yang dihasilkan lebih diutamakan sehingga mendapatkan respon yang sangat positif dari konsumen. Hal ini terbukti dari sangat lakunya produk tenun Batik Cap GALUH di pasaran baik di dalam maupun di luar negeri.
Daerah pemasaran Tenun Batik Cap Galuh meliputi:
1. Daerah Lokal: Nusa Dua dan Kuta
2. Interseluler: Jakarta, Ujung Pandang, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya.
3. Internasional meliputi: Amerika, Malaysia, Inggris, Eropa, Australia, dan negara-negara lain
CAH AYU
Sejarah berdirinya Cahayu
Cahayu
adalah central oleh-oleh khas bali yang di dirikan oleh seorang anak dari desa
terpencil di bawah lereng gunung jawa tengah. Dengan bermodal tekad yang kuat
pak robani mengadu nasib ke pulau bali pada awaL tahun 90-an . Disana tidak
semudah harapan ,beliau sempat jadi PRT dan malam harinya menjadi penjaga
sebuah rumah sakit .
Lama kelamaan pak robani mencoba berbagai pekerjaan dan usaha ,dari jualan bakso ,mie ayam, tukang sayur , jamu dll . Pada akhirnya beliau memutuskan untuk menjual kacang goreng ( kacang asing khas bali) .
Dengan keuletan dan kegigihannya pak robani berhasil membuat sebuah perusahaan dan central oleh-oleh yang cukup megah di lintasan pariwisata ( di daerah pasar seni sukawati ) . Akhirnya cahayu berdiri pada tanggal 27 september 2002 .
Tujuan didirikannya cahayu sendiri untuk melayani wisatawan lokal maupun mancanegara yg berkunjung dibali. Cahayu membantu memasarkan produk dari pengrajin kecil di bali sehingga hidup mereka lebih layak .
Demikian sejarah singkat berdirinya cahayu yang di dirikan oleh seorang robani , hanya bermodal tekad , ketekunan dan ketrampilan untuk menjadi sukses .
Semoga kisah ini bisa menginspirasi generasi muda untuk berani mengambil resiko menjadi wirausahawan dan membuat indonesia lebih baik atau paling tidak bisa mengangkat derajat kehidupan diri sendiri.
Lama kelamaan pak robani mencoba berbagai pekerjaan dan usaha ,dari jualan bakso ,mie ayam, tukang sayur , jamu dll . Pada akhirnya beliau memutuskan untuk menjual kacang goreng ( kacang asing khas bali) .
Dengan keuletan dan kegigihannya pak robani berhasil membuat sebuah perusahaan dan central oleh-oleh yang cukup megah di lintasan pariwisata ( di daerah pasar seni sukawati ) . Akhirnya cahayu berdiri pada tanggal 27 september 2002 .
Tujuan didirikannya cahayu sendiri untuk melayani wisatawan lokal maupun mancanegara yg berkunjung dibali. Cahayu membantu memasarkan produk dari pengrajin kecil di bali sehingga hidup mereka lebih layak .
Demikian sejarah singkat berdirinya cahayu yang di dirikan oleh seorang robani , hanya bermodal tekad , ketekunan dan ketrampilan untuk menjadi sukses .
Semoga kisah ini bisa menginspirasi generasi muda untuk berani mengambil resiko menjadi wirausahawan dan membuat indonesia lebih baik atau paling tidak bisa mengangkat derajat kehidupan diri sendiri.
PUSAT TARI BARONG
Tari Barong dan
Keris adalah salah satu kebudayaan yang terdapat di Pulau Bali. Latar belakang
Tari Barong tersebut ialah untuk menunjukan bahwa di dunia ini terdapat dua hal
unsur penting yaitu “Kebajikan” dan “Kebatilan”. Dua hal tersebut selalu
berlawanan bahkan terjadi pertengkaran antara keduanya. Dimana “Kebajikan” yang
dikodratkan melawan “Kebatilan”,tapi disatu sisi “Kebatilan” tak mau kalah
pula. Selain itu Tari Barong juga dapat menghibur karena alur cerita dibuat
menarik dan terdapat unsur humor.
Tari Barong Dan keris merupakan kebudayaan yang bersifat
dinamis,yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perkembangan
kebudayaan tari di Indonesia, peranan kebudayaan dalam menunjang pembangunan
bangsa, keberhasilan pembangunan di bidang kebudayaan dalam rangka pembangunan
nasional dan mewujudkan wawasan nusantara. Selain memberikan wawasan tentang
sejarah dan kebudayaan, Tari Barong dan Kering ini merupakan hiburan yang
sangat menarik dalam dunia kebudayaan.
Seperti yang kita ketahui dalam suatu pertunjukan tokoh adalah
unsur utama yang terdapat didalamnya dengan membawakan peran dan karakter
sehingga suatu pertunjukan menjadi menarik. Tokoh-tokoh yang terdapat dalam
Tari Barong dan Keris adalah:
· Barong
· Kera
· Tiga orang perusak hutan
· Rangda
· Dua orang pengikut Rangda
· Dewi Kunti
· Pengikut-pengikut Dewi Kunti
· Patih
· Sahadewa
· Dewa Siwa
· Kalika
Tarian Barong menggambarkan pertarungan antara “Kebajikan” melawan
“Kebatilan”. Barong adalah makhluk mithologi melukiskan “Kebajikan” dan Rangda
adalah yang maha dahsyat menggambarkan “Kebatilan”.
GENDING
PEMBUKA
Barong berada didalam hutan kemudian
muncul kera mendekati barong,tak begitu lama datang tiga orang bertopeng yang
menggambarkan sedang membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Mereka
bertemu dengan kera kemudian berkelahi. Saat berkelahi kera berhasil memotong
hidung salah seorang dari mereka.
BABAK
PERTAMA
Dua orang penari muncul dengan
tariannya. Mereka adalah pengikut-pengikut dari Rangda yang sedang mencari
pengikut-pengikut Dewi Kunti. Pengikut-pengikut Dewi Kunti tersebut sedang
dalam perjalanan untuk menemui Patihnya.
BABAK
KEDUA
Pengikut-pengikut Dewi Kunti tiba
dihadapan Patih. Salah satu pengikut Rangda berubah menjadi setan (Semacam
Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunti yang menyebabkan
mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui Patih dan bersama-sama menghadap
Dewi Kunti.
BABAK
KETIGA
Sahadewa adalah anak dari Dewi
Kunti. Dewi Kunti berjanji akan menyerahkan Sahadewa kepada Rangda sebagai
korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya Sahadewa
kepada Rangda. Tetapi setan memasukkan roh jahat kepadanya yang menyebabkan
Dewi Kunti menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknya serta memerintahkan
kepada Patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Dan Patih tersebut tak
luput dari kemasukkan roh jahat oleh setan mengikuti perintah Dewi Kunti
membuang Sahadewa ke hutan dan mengikatnya di muka Istana Sang Rangda.
BABAK
KEEMPAT
Dewa Siwa datang,ia memberikan
keabadian kepada Sahadewa tanpa sepengetahuan Rangda. Tak lama kemudian Rangda
datang untuk membunuh Sahadewa tapi betapa terkejutnya Rangda yang tak berhasil
membunuh Sahadewa yang telah diberi kekebalan yang dianugrahi oleh Dewa Siwa.
Karena putus asa,Rangda menyerah kepada Sahadewa. Dia memohon untuk
diselamatkan agar dapat masuk surga. Permintaan tersebut dipenuhi oleh
Sahadewa. Akhirnya Rangda masuk surga.
BABAK
KELIMA
Kalika adalah seorang pengikut
Rangda menghadap Sahadewa. Terjadi perkelahian antara Kalika dan Rangda. Kalika
berubah menjadi “Babi Hutan”. Didalam pertarungan antara tersebut Sahadewa
mendapat kemenangan. Kalika(Babi hutan) tidak putus asa. Dia berubah menjadi
“Burung” tetapi tetap bisa dikalahkan oleh Sahadewa. Dan akhirnya
Kalika(Burung) berubah rupa menjadi Rangda. Kerena Rangda sangat sakti maka
Sahadewa berubah menjadi Barong. Karena sama-sama sakti pertarungan antara
Barong melawan Rangda tersebut tidak ada yang menang. Dengan demikian
pertarungan ini berlangsung terus abadi antara “Kebajikan” melawan “Kebatilan”.
Pengikut-pengikut Sahadewa(Barong) dengan membawa keris ikut melawan Rangda.
Mereka semua tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda. Karena kagum
pada kesaktian Rangda maka pengikut-pengikut Barong menujuk dada mereka dengan
keris yang mereka bawa. Pertunjukan diakhiri dengan penujukan keris ke dada
tersebut. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa pengikut Barong juga kuat
seperti halnya Rangda.
Menarik bukan?. Penasaran dengan
alur ceritanya?. Pertunjukan Tari Barong dan Keris diadakan di dalam aula,yang
bertempat di Celuk (Sukawati),Gianyar. Telp.(0361)294230. Pertujukan Tari
Barong dan Keris dapat dinikmati selama 1,5 jam. Biasanya pertunjukan dimulai
dari pukul 09.30-10.30. Pertunjukan diselenggarakan setiap hari. Silahkan
menikmati hiburan di pulau Bali!!
PUSAT TARI BARONG
Tari Barong dan
Keris adalah salah satu kebudayaan yang terdapat di Pulau Bali. Latar belakang
Tari Barong tersebut ialah untuk menunjukan bahwa di dunia ini terdapat dua hal
unsur penting yaitu “Kebajikan” dan “Kebatilan”. Dua hal tersebut selalu
berlawanan bahkan terjadi pertengkaran antara keduanya. Dimana “Kebajikan” yang
dikodratkan melawan “Kebatilan”,tapi disatu sisi “Kebatilan” tak mau kalah
pula. Selain itu Tari Barong juga dapat menghibur karena alur cerita dibuat
menarik dan terdapat unsur humor.
Tari Barong Dan keris merupakan kebudayaan yang bersifat
dinamis,yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perkembangan
kebudayaan tari di Indonesia, peranan kebudayaan dalam menunjang pembangunan
bangsa, keberhasilan pembangunan di bidang kebudayaan dalam rangka pembangunan
nasional dan mewujudkan wawasan nusantara. Selain memberikan wawasan tentang
sejarah dan kebudayaan, Tari Barong dan Kering ini merupakan hiburan yang
sangat menarik dalam dunia kebudayaan.
Seperti yang kita ketahui dalam suatu pertunjukan tokoh adalah
unsur utama yang terdapat didalamnya dengan membawakan peran dan karakter
sehingga suatu pertunjukan menjadi menarik. Tokoh-tokoh yang terdapat dalam
Tari Barong dan Keris adalah:
· Barong
· Kera
· Tiga orang perusak hutan
· Rangda
· Dua orang pengikut Rangda
· Dewi Kunti
· Pengikut-pengikut Dewi Kunti
· Patih
· Sahadewa
· Dewa Siwa
· Kalika
Tarian Barong menggambarkan pertarungan antara “Kebajikan” melawan
“Kebatilan”. Barong adalah makhluk mithologi melukiskan “Kebajikan” dan Rangda
adalah yang maha dahsyat menggambarkan “Kebatilan”.
GENDING
PEMBUKA
Barong berada didalam hutan kemudian
muncul kera mendekati barong,tak begitu lama datang tiga orang bertopeng yang
menggambarkan sedang membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Mereka
bertemu dengan kera kemudian berkelahi. Saat berkelahi kera berhasil memotong
hidung salah seorang dari mereka.
BABAK
PERTAMA
Dua orang penari muncul dengan
tariannya. Mereka adalah pengikut-pengikut dari Rangda yang sedang mencari
pengikut-pengikut Dewi Kunti. Pengikut-pengikut Dewi Kunti tersebut sedang
dalam perjalanan untuk menemui Patihnya.
BABAK
KEDUA
Pengikut-pengikut Dewi Kunti tiba
dihadapan Patih. Salah satu pengikut Rangda berubah menjadi setan (Semacam
Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunti yang menyebabkan
mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui Patih dan bersama-sama menghadap
Dewi Kunti.
BABAK
KETIGA
Sahadewa adalah anak dari Dewi
Kunti. Dewi Kunti berjanji akan menyerahkan Sahadewa kepada Rangda sebagai
korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya Sahadewa
kepada Rangda. Tetapi setan memasukkan roh jahat kepadanya yang menyebabkan
Dewi Kunti menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknya serta memerintahkan
kepada Patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Dan Patih tersebut tak
luput dari kemasukkan roh jahat oleh setan mengikuti perintah Dewi Kunti
membuang Sahadewa ke hutan dan mengikatnya di muka Istana Sang Rangda.
BABAK
KEEMPAT
Dewa Siwa datang,ia memberikan
keabadian kepada Sahadewa tanpa sepengetahuan Rangda. Tak lama kemudian Rangda
datang untuk membunuh Sahadewa tapi betapa terkejutnya Rangda yang tak berhasil
membunuh Sahadewa yang telah diberi kekebalan yang dianugrahi oleh Dewa Siwa.
Karena putus asa,Rangda menyerah kepada Sahadewa. Dia memohon untuk
diselamatkan agar dapat masuk surga. Permintaan tersebut dipenuhi oleh
Sahadewa. Akhirnya Rangda masuk surga.
BABAK
KELIMA
Kalika adalah seorang pengikut
Rangda menghadap Sahadewa. Terjadi perkelahian antara Kalika dan Rangda. Kalika
berubah menjadi “Babi Hutan”. Didalam pertarungan antara tersebut Sahadewa
mendapat kemenangan. Kalika(Babi hutan) tidak putus asa. Dia berubah menjadi
“Burung” tetapi tetap bisa dikalahkan oleh Sahadewa. Dan akhirnya
Kalika(Burung) berubah rupa menjadi Rangda. Kerena Rangda sangat sakti maka
Sahadewa berubah menjadi Barong. Karena sama-sama sakti pertarungan antara
Barong melawan Rangda tersebut tidak ada yang menang. Dengan demikian
pertarungan ini berlangsung terus abadi antara “Kebajikan” melawan “Kebatilan”.
Pengikut-pengikut Sahadewa(Barong) dengan membawa keris ikut melawan Rangda.
Mereka semua tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda. Karena kagum
pada kesaktian Rangda maka pengikut-pengikut Barong menujuk dada mereka dengan
keris yang mereka bawa. Pertunjukan diakhiri dengan penujukan keris ke dada
tersebut. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa pengikut Barong juga kuat
seperti halnya Rangda.
Menarik bukan?. Penasaran dengan
alur ceritanya?. Pertunjukan Tari Barong dan Keris diadakan di dalam aula,yang
bertempat di Celuk (Sukawati),Gianyar. Telp.(0361)294230. Pertujukan Tari
Barong dan Keris dapat dinikmati selama 1,5 jam. Biasanya pertunjukan dimulai
dari pukul 09.30-10.30. Pertunjukan diselenggarakan setiap hari. Silahkan
menikmati hiburan di pulau Bali!!
KARANG KURNIA
KARANG KURNIA adalah pusat oleh-oleh di pulau bali yang didirikan oleh I Gede Wireyasa. berawal dari studi bandingnya di toko oleh-oleh Ia mencoba berbisnis sendiri. karang kurnia memiliki beberapa cabang, yaitu:
1. jalan cargo 99x denpasar bali
2.jalan gatot subroto xx denpasar bali
di sini bisa ditemukan berbagai macam kerajinan dan oleh-oleh lainnya,seperti : lukisan,patung,pakaian anak dan dewasa,bed cover,pernak-pernik,batik,dll. Barang-barang tersebut tidak semuanya buatan bali melainkan banyak yang diambil dari pulau jawa seperti batik.
pasar karang kurnia lebih murah dibanding pasar lain di bali. dengan lahan parkir yang cukup luas dan suasana yang lumayan segar membuat pengunjung merasa nyaman.
PUSAT OLEH-OLEH YAMUNA
Yamuna adalah supermarket yang menyediakan Oleh Oleh Khas Bali yang berlokasi di Jl. Sunset Road No. 9 Kuta-Bali. Lokasi dari Yamuna sangat strategis karena berada di jalur utama menuju Nusa Dua.
Karena Yamuna adalah Pusat Oleh Oleh Khas Bali, maka dengan komitmen tersebut Yamuna menyediakan berbagai macam hasil kerajinan, kreativitas, yang bernuansa Bali, serta didukung oleh suasana berbelanja yang nyaman, parkir yang luas. Harga yang Yamuna tawarkan sangat kompetitif dan kualitas barang yang tinggi
PANTAI KUTA
Kuta
mulai dikenal ketika para pedagang dari Denmark membuka kantor perwakilan
dagang disini. Hubungan dagang yang terjalin antara perwakilan dagang tersebut
dengan penduduk pribumi asli kemudian berkembang dengan sangat pesat.
Baru mulai pada tahun 1930 sepasang suami istri asal
California Amerika sangat terkesan dengan keindahan pantai Kuta yang waktu itu
sama sekali belum terjamah campur tangan manusia, alias masih alami. Kuta Beach
Hotel adalah hotel pertama yang berdiri di kawasan ini, namun sayang harus
ditutup karena tentara Jepang menyerbu pulau Bali pada waktu itu. Pada tahun
1960 ketika banyak turis Australia yang harus singgah di Bali untuk perjalanan
ke Eropa, Kuta mulai semakin dikenal kembali. Dalam perkembangannya, area Kuta
semakin menarik kunjungan para wisatawan tidak hanya dari Australia, namun juga
dari berbagai belahan dunia yang lain.
Dengan cepat berdirilah berbagai hotel di sepanjang kawasan
pantai Kuta. Biasanya hotel-hotel dikawasan ini bertaraf internasional atau
setidaknya sebuah grup hotel internasional. Berawal dari awal ujung pantai Kuta
terdapat Inna Kuta B each Hotel, Hard Rock Hotel, Mercure Hotel, dll. Juga
berdiri sebuah penginapan yang sangat nyaman bergaya butik resort yaitu Alam
KulKul Boutique and Resort.
Waktu paling ramai di kawansan pantai Kuta adalah di sore hari
atau sewaktu matahari terbenam (sunset). Semua turis apakan
mancanegara ataupun lokal berkumpul menjadi satu disini. Apalagi ada
momen-momen khusus di dalam negeri seperti liburan sekolah, liburan Lebaran
Idul Fitri atau liburan tahun baru, bisa dipastikan keramaian itu semakin
menjadi.
Di pantai Kuta pengunjung bisa melakukan selancar atau
surfing, bermain sepakbola, bermain layang-layang, sekedar rebahan di
pasir pantainya yang hangat, atau cuci mata menyaksikan para turis bule
berjemur. Apabila tertarik dengan layanan kuncir rambut atau pembuatan tato
sementara, itu juga bisa didapat di pantai ini.
Langganan:
Postingan (Atom)