Kamis, 06 Desember 2012

CAH AYU


Sejarah berdirinya Cahayu
Cahayu adalah central oleh-oleh khas bali yang di dirikan oleh seorang anak dari desa terpencil di bawah lereng gunung jawa tengah. Dengan bermodal tekad yang kuat pak robani mengadu nasib ke pulau bali pada awaL tahun 90-an . Disana tidak semudah harapan ,beliau sempat jadi PRT dan malam harinya menjadi penjaga sebuah rumah sakit .

Lama kelamaan pak robani mencoba berbagai pekerjaan dan usaha ,dari jualan bakso ,mie ayam, tukang sayur , jamu dll . Pada akhirnya beliau memutuskan untuk menjual kacang goreng ( kacang asing khas bali) .

Dengan keuletan dan kegigihannya pak robani berhasil membuat sebuah perusahaan dan central oleh-oleh yang cukup megah di lintasan pariwisata ( di daerah pasar seni sukawati ) . Akhirnya cahayu berdiri pada tanggal 27 september 2002 .
Tujuan didirikannya cahayu sendiri untuk melayani wisatawan lokal maupun mancanegara yg berkunjung dibali. Cahayu membantu memasarkan produk dari pengrajin kecil di bali sehingga hidup mereka lebih layak .
Demikian sejarah singkat berdirinya cahayu yang di dirikan oleh seorang robani , hanya bermodal tekad , ketekunan dan ketrampilan untuk menjadi sukses .
Semoga kisah ini bisa menginspirasi generasi muda untuk berani mengambil resiko menjadi wirausahawan dan membuat indonesia lebih baik atau paling tidak bisa mengangkat derajat kehidupan diri sendiri. 

PUSAT TARI BARONG


Tari Barong dan Keris adalah salah satu kebudayaan yang terdapat di Pulau Bali. Latar belakang Tari Barong tersebut ialah untuk menunjukan bahwa di dunia ini terdapat dua hal unsur penting yaitu “Kebajikan” dan “Kebatilan”. Dua hal tersebut selalu berlawanan bahkan terjadi pertengkaran antara keduanya. Dimana “Kebajikan” yang dikodratkan melawan “Kebatilan”,tapi disatu sisi “Kebatilan” tak mau kalah pula. Selain itu Tari Barong juga dapat menghibur karena alur cerita dibuat menarik dan terdapat unsur humor.
Tari Barong Dan keris merupakan kebudayaan yang bersifat dinamis,yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perkembangan kebudayaan tari di Indonesia, peranan kebudayaan dalam menunjang pembangunan bangsa, keberhasilan pembangunan di bidang kebudayaan dalam rangka pembangunan nasional dan mewujudkan wawasan nusantara. Selain memberikan wawasan tentang sejarah dan kebudayaan, Tari Barong dan Kering ini merupakan hiburan yang sangat menarik dalam dunia kebudayaan.
Seperti yang kita ketahui dalam suatu pertunjukan tokoh adalah unsur utama yang terdapat didalamnya dengan membawakan peran dan karakter sehingga suatu pertunjukan menjadi menarik. Tokoh-tokoh yang terdapat dalam Tari Barong dan Keris adalah:
· Barong
· Kera
· Tiga orang perusak hutan
· Rangda
· Dua orang pengikut Rangda
· Dewi Kunti
· Pengikut-pengikut Dewi Kunti
· Patih
· Sahadewa
· Dewa Siwa
· Kalika
Tarian Barong menggambarkan pertarungan antara “Kebajikan” melawan “Kebatilan”. Barong adalah makhluk mithologi melukiskan “Kebajikan” dan Rangda adalah yang maha dahsyat menggambarkan “Kebatilan”.


GENDING PEMBUKA
Barong berada didalam hutan kemudian muncul kera mendekati barong,tak begitu lama datang tiga orang bertopeng yang menggambarkan sedang membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Mereka bertemu dengan kera kemudian berkelahi. Saat berkelahi kera berhasil memotong hidung salah seorang dari mereka.
BABAK PERTAMA
Dua orang penari muncul dengan tariannya. Mereka adalah pengikut-pengikut dari Rangda yang sedang mencari pengikut-pengikut Dewi Kunti. Pengikut-pengikut Dewi Kunti tersebut sedang dalam perjalanan untuk menemui Patihnya.
BABAK KEDUA
Pengikut-pengikut Dewi Kunti tiba dihadapan Patih. Salah satu pengikut Rangda berubah menjadi setan (Semacam Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunti yang menyebabkan mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui Patih dan bersama-sama menghadap Dewi Kunti.
BABAK KETIGA
Sahadewa adalah anak dari Dewi Kunti. Dewi Kunti berjanji akan menyerahkan Sahadewa kepada Rangda sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya Sahadewa kepada Rangda. Tetapi setan memasukkan roh jahat kepadanya yang menyebabkan Dewi Kunti menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknya serta memerintahkan kepada Patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Dan Patih tersebut tak luput dari kemasukkan roh jahat oleh setan mengikuti perintah Dewi Kunti membuang Sahadewa ke hutan dan mengikatnya di muka Istana Sang Rangda.
BABAK KEEMPAT
Dewa Siwa datang,ia memberikan keabadian kepada Sahadewa tanpa sepengetahuan Rangda. Tak lama kemudian Rangda datang untuk membunuh Sahadewa tapi betapa terkejutnya Rangda yang tak berhasil membunuh Sahadewa yang telah diberi kekebalan yang dianugrahi oleh Dewa Siwa. Karena putus asa,Rangda menyerah kepada Sahadewa. Dia memohon untuk diselamatkan agar dapat masuk surga. Permintaan tersebut dipenuhi oleh Sahadewa. Akhirnya Rangda masuk surga.
BABAK KELIMA
Kalika adalah seorang pengikut Rangda menghadap Sahadewa. Terjadi perkelahian antara Kalika dan Rangda. Kalika berubah menjadi “Babi Hutan”. Didalam pertarungan antara tersebut Sahadewa mendapat kemenangan. Kalika(Babi hutan) tidak putus asa. Dia berubah menjadi “Burung” tetapi tetap bisa dikalahkan oleh Sahadewa. Dan akhirnya Kalika(Burung) berubah rupa menjadi Rangda. Kerena Rangda sangat sakti maka Sahadewa berubah menjadi Barong. Karena sama-sama sakti pertarungan antara Barong melawan Rangda tersebut tidak ada yang menang. Dengan demikian pertarungan ini berlangsung terus abadi antara “Kebajikan” melawan “Kebatilan”. Pengikut-pengikut Sahadewa(Barong) dengan membawa keris ikut melawan Rangda. Mereka semua tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda. Karena kagum pada kesaktian Rangda maka pengikut-pengikut Barong menujuk dada mereka dengan keris yang mereka bawa. Pertunjukan diakhiri dengan penujukan keris ke dada tersebut. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa pengikut Barong juga kuat seperti halnya Rangda.
Menarik bukan?. Penasaran dengan alur ceritanya?. Pertunjukan Tari Barong dan Keris diadakan di dalam aula,yang bertempat di Celuk (Sukawati),Gianyar. Telp.(0361)294230. Pertujukan Tari Barong dan Keris dapat dinikmati selama 1,5 jam. Biasanya pertunjukan dimulai dari pukul 09.30-10.30. Pertunjukan diselenggarakan setiap hari. Silahkan menikmati hiburan di pulau Bali!!

PUSAT TARI BARONG


Tari Barong dan Keris adalah salah satu kebudayaan yang terdapat di Pulau Bali. Latar belakang Tari Barong tersebut ialah untuk menunjukan bahwa di dunia ini terdapat dua hal unsur penting yaitu “Kebajikan” dan “Kebatilan”. Dua hal tersebut selalu berlawanan bahkan terjadi pertengkaran antara keduanya. Dimana “Kebajikan” yang dikodratkan melawan “Kebatilan”,tapi disatu sisi “Kebatilan” tak mau kalah pula. Selain itu Tari Barong juga dapat menghibur karena alur cerita dibuat menarik dan terdapat unsur humor.
Tari Barong Dan keris merupakan kebudayaan yang bersifat dinamis,yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perkembangan kebudayaan tari di Indonesia, peranan kebudayaan dalam menunjang pembangunan bangsa, keberhasilan pembangunan di bidang kebudayaan dalam rangka pembangunan nasional dan mewujudkan wawasan nusantara. Selain memberikan wawasan tentang sejarah dan kebudayaan, Tari Barong dan Kering ini merupakan hiburan yang sangat menarik dalam dunia kebudayaan.
Seperti yang kita ketahui dalam suatu pertunjukan tokoh adalah unsur utama yang terdapat didalamnya dengan membawakan peran dan karakter sehingga suatu pertunjukan menjadi menarik. Tokoh-tokoh yang terdapat dalam Tari Barong dan Keris adalah:
· Barong
· Kera
· Tiga orang perusak hutan
· Rangda
· Dua orang pengikut Rangda
· Dewi Kunti
· Pengikut-pengikut Dewi Kunti
· Patih
· Sahadewa
· Dewa Siwa
· Kalika
Tarian Barong menggambarkan pertarungan antara “Kebajikan” melawan “Kebatilan”. Barong adalah makhluk mithologi melukiskan “Kebajikan” dan Rangda adalah yang maha dahsyat menggambarkan “Kebatilan”.


GENDING PEMBUKA
Barong berada didalam hutan kemudian muncul kera mendekati barong,tak begitu lama datang tiga orang bertopeng yang menggambarkan sedang membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Mereka bertemu dengan kera kemudian berkelahi. Saat berkelahi kera berhasil memotong hidung salah seorang dari mereka.
BABAK PERTAMA
Dua orang penari muncul dengan tariannya. Mereka adalah pengikut-pengikut dari Rangda yang sedang mencari pengikut-pengikut Dewi Kunti. Pengikut-pengikut Dewi Kunti tersebut sedang dalam perjalanan untuk menemui Patihnya.
BABAK KEDUA
Pengikut-pengikut Dewi Kunti tiba dihadapan Patih. Salah satu pengikut Rangda berubah menjadi setan (Semacam Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunti yang menyebabkan mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui Patih dan bersama-sama menghadap Dewi Kunti.
BABAK KETIGA
Sahadewa adalah anak dari Dewi Kunti. Dewi Kunti berjanji akan menyerahkan Sahadewa kepada Rangda sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya Sahadewa kepada Rangda. Tetapi setan memasukkan roh jahat kepadanya yang menyebabkan Dewi Kunti menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknya serta memerintahkan kepada Patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Dan Patih tersebut tak luput dari kemasukkan roh jahat oleh setan mengikuti perintah Dewi Kunti membuang Sahadewa ke hutan dan mengikatnya di muka Istana Sang Rangda.
BABAK KEEMPAT
Dewa Siwa datang,ia memberikan keabadian kepada Sahadewa tanpa sepengetahuan Rangda. Tak lama kemudian Rangda datang untuk membunuh Sahadewa tapi betapa terkejutnya Rangda yang tak berhasil membunuh Sahadewa yang telah diberi kekebalan yang dianugrahi oleh Dewa Siwa. Karena putus asa,Rangda menyerah kepada Sahadewa. Dia memohon untuk diselamatkan agar dapat masuk surga. Permintaan tersebut dipenuhi oleh Sahadewa. Akhirnya Rangda masuk surga.
BABAK KELIMA
Kalika adalah seorang pengikut Rangda menghadap Sahadewa. Terjadi perkelahian antara Kalika dan Rangda. Kalika berubah menjadi “Babi Hutan”. Didalam pertarungan antara tersebut Sahadewa mendapat kemenangan. Kalika(Babi hutan) tidak putus asa. Dia berubah menjadi “Burung” tetapi tetap bisa dikalahkan oleh Sahadewa. Dan akhirnya Kalika(Burung) berubah rupa menjadi Rangda. Kerena Rangda sangat sakti maka Sahadewa berubah menjadi Barong. Karena sama-sama sakti pertarungan antara Barong melawan Rangda tersebut tidak ada yang menang. Dengan demikian pertarungan ini berlangsung terus abadi antara “Kebajikan” melawan “Kebatilan”. Pengikut-pengikut Sahadewa(Barong) dengan membawa keris ikut melawan Rangda. Mereka semua tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda. Karena kagum pada kesaktian Rangda maka pengikut-pengikut Barong menujuk dada mereka dengan keris yang mereka bawa. Pertunjukan diakhiri dengan penujukan keris ke dada tersebut. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa pengikut Barong juga kuat seperti halnya Rangda.
Menarik bukan?. Penasaran dengan alur ceritanya?. Pertunjukan Tari Barong dan Keris diadakan di dalam aula,yang bertempat di Celuk (Sukawati),Gianyar. Telp.(0361)294230. Pertujukan Tari Barong dan Keris dapat dinikmati selama 1,5 jam. Biasanya pertunjukan dimulai dari pukul 09.30-10.30. Pertunjukan diselenggarakan setiap hari. Silahkan menikmati hiburan di pulau Bali!!

KARANG KURNIA


KARANG KURNIA adalah pusat oleh-oleh di pulau bali yang didirikan oleh I Gede Wireyasa. berawal dari studi bandingnya di toko oleh-oleh Ia mencoba berbisnis sendiri. karang kurnia memiliki beberapa cabang, yaitu:
1. jalan cargo 99x denpasar bali
2.jalan gatot subroto xx denpasar bali
di sini bisa ditemukan berbagai macam kerajinan dan oleh-oleh lainnya,seperti : lukisan,patung,pakaian anak dan dewasa,bed cover,pernak-pernik,batik,dll. Barang-barang tersebut tidak semuanya buatan bali melainkan banyak yang diambil dari pulau jawa seperti batik.
pasar karang kurnia lebih murah dibanding pasar lain di bali. dengan lahan parkir yang cukup luas dan suasana yang lumayan segar membuat pengunjung merasa nyaman.

PUSAT OLEH-OLEH YAMUNA




Yamuna
adalah supermarket yang menyediakan Oleh Oleh Khas Bali yang berlokasi di Jl. Sunset Road No. 9 Kuta-Bali. Lokasi dari Yamuna sangat strategis karena berada di jalur utama menuju Nusa Dua.

Karena Yamuna adalah Pusat Oleh Oleh Khas Bali, maka dengan komitmen tersebut Yamuna menyediakan berbagai macam hasil kerajinan, kreativitas, yang bernuansa Bali, serta didukung oleh suasana berbelanja yang nyaman, parkir yang luas. Harga yang Yamuna tawarkan sangat kompetitif dan kualitas barang yang tinggi

PANTAI KUTA


Kuta mulai dikenal ketika para pedagang dari Denmark membuka kantor perwakilan dagang disini. Hubungan dagang yang terjalin antara perwakilan dagang tersebut dengan penduduk pribumi asli kemudian berkembang dengan sangat pesat.
Baru mulai pada tahun 1930 sepasang suami istri asal California Amerika sangat terkesan dengan keindahan pantai Kuta yang waktu itu sama sekali belum terjamah campur tangan manusia, alias masih alami. Kuta Beach Hotel adalah hotel pertama yang berdiri di kawasan ini, namun sayang harus ditutup karena tentara Jepang menyerbu pulau Bali pada waktu itu. Pada tahun 1960 ketika banyak turis Australia yang harus singgah di Bali untuk perjalanan ke Eropa, Kuta mulai semakin dikenal kembali. Dalam perkembangannya, area Kuta semakin menarik kunjungan para wisatawan tidak hanya dari Australia, namun juga dari berbagai belahan dunia yang lain.
Dengan cepat berdirilah berbagai hotel di sepanjang kawasan pantai Kuta. Biasanya hotel-hotel dikawasan ini bertaraf internasional atau setidaknya sebuah grup hotel internasional. Berawal dari awal ujung pantai Kuta terdapat Inna Kuta B each Hotel, Hard Rock Hotel, Mercure Hotel, dll. Juga berdiri sebuah penginapan yang sangat nyaman bergaya butik resort yaitu Alam KulKul Boutique and Resort.
Waktu paling ramai di kawansan pantai Kuta adalah di sore hari atau sewaktu matahari terbenam (sunset). Semua turis apakan mancanegara ataupun lokal berkumpul menjadi satu disini. Apalagi ada momen-momen khusus di dalam negeri seperti liburan sekolah, liburan Lebaran Idul Fitri atau liburan tahun baru, bisa dipastikan keramaian itu semakin menjadi.
Di pantai Kuta pengunjung bisa melakukan selancar atau surfing, bermain sepakbola, bermain layang-layang, sekedar rebahan di pasir pantainya yang hangat, atau cuci mata menyaksikan para turis bule berjemur. Apabila tertarik dengan layanan kuncir rambut atau pembuatan tato sementara, itu juga bisa didapat di pantai ini.

Kamis, 11 Oktober 2012

MAKAM SUNAN MAULANA MALIK IBRAHIM

Seeusai kita makan siang, kita melanjutkan perjalanan, dan akhirnya sampailah kita di tempat ziarah. Yaitu Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim. Merupakan sebuah pemakaman yang ramai orang berziarah, dan di sekitarnya banyak orang berjualan seperti pasar.
          Kami kemudian berkumpul dan membacakan tahlil bersama yang di pimpin oleh P.Amir. Saya di sana tak sempat mengambil gambar dari makam tersebut karena takut akan memotret makam. Karena yang kita kunjungi kali ini adalah makam, maka saya akan menceritakan secara singkat tentang Sunan Maulana Malik Ibrahim.
          Sunan Maulana Malik Ibrahim di kenal pula dengan sebutan Sunan Gresik atau Syekh Maghribi. Beliau menyampaikan dakwah di kalangan Jawa Timur dan berjuang dengan mendekati masyarakat dan melalui akhlakul karimah yang di milikinya, tolong menolong pada sesama dan lain sedbagainya.
          Di dalam usahanya itu, beliau menerima tawaran dari raja negeri Chempa (sekarang Kamboja) salah seorang selir raja majapahit terahir brawijaya. Majapahit yang sudah tidak di sukai rakyat Jawa kemudian lari mendirikan kerajaan Belambangan yang tak lama kemudian di serang lari ke pulau Bali.
          Dalam riwayat ini di katakan bahwa Maulana Maghribi ialah keturunan Zainal Abidin Bin Husein Bin Ali RA, keterangan ini menurut Thomas Stamford Raffles. Beliau datang ke Gresik pada tahun 1404 M, dan wafat tahun 1419 M (882 H).